Cagar Budaya, Gereja Menara Iman
Gereja Menara Iman
Pada tahun 1875 masa pemerintahan Raja Karel Siamauw telah merencanakan pembuatan Gedung Gereja untuk masyarakat Negeri Passo, namun entah mengapa rencana tersebut baru terlaksana pada tahun 1895 dengan peristiwa peletakan batu pertama, sedangkan bangunan gedung gereja tersebut atas keuletan salah seorang anak Negeri Passo yang bertindak sebagai kepala tukang yaitu Benjamin Tanahitumessing serta dibantu oleh beberapa tukang dari luar jemaat sehingga terdapat bahagian khusus yang bernuansa lain sesuai ilham para tukang dimaksud yang secara tidak sengaja telah menjadikan Gereja ini berkarakteristik arkeologikal serta dapat berfungsi sebagai pusat data arsitektur tradisional daerah dimaksud.Gedung Gereja yang permanen ini selesai dibangun pada tahun 1904 dan sesuai prasasti yang diletakan pada dinding bagian depan disebutkan bahwa gedung Gereja dimaksud disesuaikan oleh Pendeta Letor Bour Van Waay dan Raja R.K. Simauw pada tanggal 19 Mei 1904 seta dalam beberapa decade waktu kedepan Gereja iuni dinamakan Gereja Menara Iman.
Dari prasasti pada diding gedung gereja Menara Iman Passo diperoleh petunjuk bahwa batu pertama gedung gereja ini diletakkan pada abad ke-20 (19 Mei 1904) oleh dhr. J. E. Van Lier controleur Amboina dan Hulp pr[ediker] Waai. Pada masa Indische Kerk, Van Lier adalah seorang ambtenaar van bepaalde rang bij het Binnenlands Bestuur di Ambon.106 J. H. Letteboer107 adalah hulpprediker - iem. Die een predikant bijstaat of bij ontstentenis vervangt108 untuk Waai dikarenakan ketika itu Waai menjadi pusat hulpprediker. Sedangkan R. W. Simauw adalah regent Passo, yakni overheidspersoon in een leidinggevende functie, magistraat; iem. die met regeringsgezag bekleed is. Dari sisi sejarah (history; historie), Simauw adalah staatshoofd.109 Mereka masingmasing mewakili pemerintah (negara), gereja (Gereja Protestan yang nota bene adalah gereja negara), dan masyarakat Passo yang memberikan andeel dalam pembangunan gedung gereja pada 19 Mei 1904. Jika 1904 mulai pembangunan gedung gereja, berarti warga jemaat Passo berusia 99 tahun atau dua generasi dapat bertutur lebih banyak tentangnya. Memang dapat digunakan hasil wawancara Sdr. Roycke Puttirulan, namun adalah lebih baik uraian tentangnya dibiarkan terbuka dengan harapan akan diperoleh masukan lebih banyak dari Seminar ini. Misalnya menyangkut kapan pendirian bangunan gereja (Menara Iman) digagas, pada pemerintahan raja siapa, bagaimana mereka mengusahakannya hingga penamaan Menara Iman terhadap gedung gereja tersebut. Jika benar gagasannya dimulai pada 1895, berarti sampai dengan tahun 1904 ada rentang waktu 9 tahun. Diperkirakan rancangan dan pembangunan itu terjadi pada masa raja Christoffel Simauw yang memerintah selama kurang lebih 67 tahun.
Nilai Penting :
Gereja Menara Iman memiliki nilai penting sebagai bagian dari warisan budaya yang mencerminkan perjalanan sejarah, perkembangan kehidupan keagamaan, serta kehidupan sosial masyarakat di Kota Ambon. Keberadaan bangunan gereja tidak hanya memiliki fungsi sebagai tempat peribadatan, tetapi juga menjadi bagian dari identitas dan memori kolektif masyarakat yang berkembang dan diwariskan dari generasi ke generasi.
Kondisi saat ini :
Terawat dengan baik dan digunakan untuk beribadah
Di tetapkan :
31 Desember 2021 Tentang Gereja Menara Iman sebagai bangunan cagar budaya tingkat kota
Status pengelolaan :
Sinode Gereja Protestan Maluku dan dikelola oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Maluku
Lokasi & Koordinat :
Desa Passo, Kecamatan Teluk Baguala, Kota Ambon, Provinsi Maluku
-3.630203,128.251548,582
Sumber data : Keputusan walikota Ambon No Tahun 2021 tentang bangunan Cagar Budaya GEREJA MENARA IMAN Ssebagai Cagar Budaya peringkat kota


👍
BalasHapus