Cagar Budaya, Benteng Midellburg

 BENTENG MIDELLBURG




Benteng Middelburg dibangun oleh Robert Padbrugge di desa Passo pada tahun 1686. Benteng Middelburg diduduki oleh 20 orang tentara Belanda dibawah pimpinan seorang sersan. Pada jaman itu, Blokhuis Middelburg berfungsi sebagai penarik pajak dari masyarakat atas hasil perkebunan, perdagangan dan hasil penangkapan ikan. Rumphius mulai menyentil Passo pada abad ke-17 dengan mencatat: Baguala, satu dari beberapa negeri Kristen tertua di pulau Ambon, terletak pada tanah genting yang bernama Passo di Teluk Ambon, bagian dalam di tepi sungai Wai Ela. Pada tahun 1626, agak ke Selatan pada bagian sempit dari Passo terdapat “benteng batu” yang dikelilingi parit. Di Benteng ini pulau Ambon dipisahkan oleh selat sempit yang mudah diseberangi, namun masyarakatnya takut laut di sebelah Timur yang dapatmenghempas negeri. Informasi seputar Passo di tahun-tahun awal pemerintahan VOC justru diperoleh dari Memorie Jasper Jansz tertanggal 25 Juni 1614. Ketika itu Passo diperintahi oleh d’overste Antonij [Simau]50 dengan sumberdaya manusia sekitar 30 orangtua dan anak-anak; belum terhitung lainnya dalam jumlah kecil yang diwajibkan berdomisili di (sekitar) kastel (benteng). Beliau raja Passo pertama, satu di antara empat belas raja di pulau Ambon, yang dikukuhkan Gubernur Block menjadi anggota Groot Landraad [Dewan Latu Pati] pada tahun 1617 usai kapitan Hitu Tepi meraih sukses diplomasi menyikapi Landraad 1615 bentukan Block. Lewat penegasan ulang dalam Memorie Adriaan Block Martensz tanggal 4 Juli 1617, dipastikan Antonij Simau raja Passo pada awal masa VOC. Pemerintahannya diteruskan oleh Domingos Simau seperti diberitakan Rumphius,bahwa pada 1626 Passo dipimpin oleh orang kaya Simau Baguala yang bernama Domingos Simau. Passo, satu dari 13 negeri lain dalam regio Zuidoost-Hitu (Hitu Tenggara). Pada masanya benteng dipugar atau “dibangun” sekaligus diberi nama Middelburg. Pada prasasti benteng Middelburg terukir untaian kata: De Eersten Steen gelegt; Door; Johannes van Vliet; Neve van Den Governeur; Robertus Padbrugge; Den 17de October; Å 1686. Peletakan batu pertama Middelburg dilakukan pada 17 Oktober 1686 oleh Johannes van Vliet dan Gubernur Robertus Padbrugge. Benteng peninggalan Portugis itu baru diberi nama Middelburg pada abad ke-17 mengingatkan kita pada Middelburg di Negeri Kincir Angin.

 

Penyusun : Philips Aulele

Nilai Penting :

Benteng Middelburg memiliki nilai penting sebagai warisan budaya karena mengandung nilai sejarah, arkeologis, arsitektural, sosial budaya, pendidikan, serta identitas. Keberadaannya menjadi bukti fisik perjalanan sejarah di Maluku dan sumber informasi untuk memahami perkembangan kehidupan masyarakat, sistem pertahanan, serta kebudayaan pada masa lalu. Oleh karena itu, pelestarian Benteng Middelburgh penting dilakukan agar nilai sejarah dan kebudayaannya tetap dapat diwariskan kepada generasi sekarang dan generasi yang akan datang.

Kondisi Saat ini :

Tidak dihuni dan sudah rusak berat.

Di Tetapkan  :

31 Desember 2021 Menetapkan Struktur Cagar Budaya Benteng Midellburg Sebagai Cagar Budaya Peringkat Kota

Status Kepemilikan dan/atau Pengelolaan :

Pemerintah Negeri Passo dan dikelola oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Maluku 

Lokasi & Koordinat:

Negeri Passo, Kecamatan Teluk Baguala, Kota Ambon, Provinsi Maluku, Indonesia

-3.6309508,128.2532621,73

 


Sumber data: Surat Keputusan Walikota No 810 Tahun 2025 tentang penetapan Benteng Midellbrug sebagai cagar budaya tingkat kota


Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cagar Budaya, Baileu Suluh Waming

Cagar Budaya, Gereja Menara Iman